Powered By Blogger

Jumat, 29 Oktober 2010

angan tidak sama dengan mimpi

"puisi in diberikan pada ku, sekitat langit hendak gelap"

pelangi, awan, bintang, rembulan
atau juga yang menyejukkan, angin....
kupilih satu , dan kubiarkan tenggelam, larut
awan...

pernakah kau dengar tentang imajinasi atau juga mimpi
oleh diriku sendiri?
kunaiki pelangi, dari kaki bukit tertinggi
hingga sampai jua aku disana
merebah badan beralas kasih
mengalun napas dalam sepi
kuingin tenggelam, ku ingin tetap punya sayang, agar aku bisa melayang, tetap
59 detik, 3 menit, dan 6 jam hampir genap
dan semuanya, usai...

kujejaki langkah bangkit dari kapuk yang kusebut pulau
meninggalkan semua angan, namun masih, tetatp, dan akan bermimpi
kupenuhi otak, dan lekatkan memo
walau sebuah, agar tetap berimajinasi

ingin tetap bermimpi sang diri, tentang awan yang terbentang
kini mata hanya dapat memandang, awan
biarpun,walau!

2 komentar:

  1. Ukikiki-kun~~

    ah, tulisanmu makin bagus saja =3
    cuma kurang bermakna gitu yah...
    atau aku yang gak bisa dapat maknyanya?

    oh, sudahlah~
    kau cuma butuh banyak latihan!
    keep writting, lil bro~

    BalasHapus
  2. waduh, ini mah bukan punya saya
    saya ngopi puisi yang dikasih buat saya

    BalasHapus